Rabu, 26 Oktober 2016
The Witch (2016)
The Witch (2016)

Jika kebanyakan horor konvensional menggantungkan dirinya pada kekuatan jeritan hasil dari parade jump scare, musik dan
penampakan-penampakan mahluk jahat yang mengerikan dengan hanya
menawarkan sedikit lapisan cerita yang dalam maka bersiaplah menyambut The Witch garapan sutradara debutan Robert Eggers yang ya, bisa dibilang sedikit berbeda.
Tidak butuh waktu lama buat The Witch
untuk bisa langsung menarik penontonnya masuk ke dalam sebuah dunia
yang dingin, kusam dan misterius. Mengambil set di New England era
1630-an, satu keluarga religius yang terdiri dari pasangan suami
istri dan keempat anaknya harus terbuang dari kelompoknya karena
perbedaan pandangan, mereka kemudian memilih untuk hidup menyendiri di
pinggir hutan terpencil yang tanpa sepengetahuan mereka ternyata angker
karena dipercaya sebagai tempat bersemayam seorang penyihir jahat.
Memang di atas kertas premisnya
terdengar simpel dan generik. Tema penyihir dan kutukan memang bukan
sesuatu yang asing lagi di dunia horor, lihat saja yang paling saya
ingat dalam beberapa tahun terakhir ini seperti Drag Me to Hell milik Sam raimi yang mengambil pendekatan lebih jenaka, tetapi The Witch milik
Eggers sendiri tidak memberi ruang sedikit pun untuk tawa, ia
seakan-akan menyedot semua kebahagiaan dan menggantinya dengan sesuatu
yang lebih gelap, lebih depresif dari cerita rakyat Ingris lama bersama
banyak gambar-gambar mengganggu yang siap menghantuimu bahkan setelah
kredit akhir muncul.
Kekuatan The Witch adalah
bagaimana Eggers mampu membangun dunianya dengan sangat-sangat kuat
sejak menit-menit pertama ia bergulir. Pemilihan palet warna kelabu
mendominasi visualnya, dikombinasikan dengan scoring garapan Mark
Korven yang menyayat menghasilkan aroma suram pekat. Sementara
pergerakan kameranya yang sepelan alur ceritanya sendiri menghasilkan
efek ‘siksa’ tersendiri, lihat saja ketika Eggers menyorot satu pohon di
hutan gelap itu, seperti tengah memperlihatkan bahwa ada ancaman besar
dari dalam sana yang siap menunggu keluarga malang itu.
The Witch punya lapisan yang rumit ketimbang horor konvensional lain dan perlakukan semi art house yang
pelan bersama segala dialog-dialog berdialek religi mungkin akan
membuat sebagian penontonnya tak nyaman menikmatinya, tetapi ia tidak
lantas menjadi absurd dan tanpa kepastian. Satu hal yang pasti bahwa
teror penyihir hutan itu ada, bisa kita lihat bagaimana sosok tua
mengerikan itu melakukan ritual-ritual seram di sarangnya, masalahnya
keluarga William (Ralph Ineson) tidak pernah melihatnya sendiri meski
mereka tahu persis ada sesuatu di dalam hutan sana yang membuat hasil
panennya busuk dan membuat keluarganya menderita. Bersama istrinya,
Katherine (Kate Dickie), keempat anak-anaknya, Thomasin (Anya
Taylor-Joy), Caleb (Harvey Scrimshaw) dan si kembar Mercy (Ellie
Grainger) dan Jonas (Lucas Dawson), William hanya bisa berlindung pada
fanatisme agamanya. Tetapi teror dari hutan tampak tidak bisa dibendung.
Perlahan namun pasti keluarga William mulai terpecah belah, krisis
kepercayaan mulai melanda menghancurkan bersama kejadian-kejadian aneh
di luar akal sehat.
Thomasin menjadi karakter yang paling
menderita di sini. Dengan status sebagai anak tertua, anak perempuan
pula, ia terjebak dalam situasi pelik di keluarganya. Di satu sisi
Thomasin yang tengah beranjak dewasa bisa menjadi jalan keluar dari
keadaan keluarganya yang mengalami kesulitan dengan menjodohkannya
kepada putra keluarga lain, tetapi kita tahu Thomasin tidak menginginkan
itu yang kemudian membawanya ke situasi lebih buruk lagi ketika ia
mulai disalahkan atas kejadian-kejadian yang menimpa keluarganya. Yang
menarik, Eggers turut menyelipkan elemen coming of age di
dalamnya dengan segala pergolakan batin Thomasin dan Caleb, sesuatu yang
mungkin terasa aneh untuk sebuah genre horor namun nyatanya ia mampu
bersinergi dengan baik dengan plot utamanya, menjadikan The Witch
sebagai horor yang tidak hanya menakutkan dengan segala aroma hitam
pekat dan premis penyihirnya namun juga bagaimana elemen psikologisnya
bermain dengan cantik.
You may also like...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Recent Posts
Labels
10 peringkat teratas
(1)
7 Kejadian Langka dan Spektakuler di Seluruh Dunia
(42)
Biografi
(6)
Download Game
(3)
edit blog
(1)
komputer
(3)
Review
(23)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar