Rabu, 26 Oktober 2016
Eye In The Sky (2016)
Eye In The Sky (2016)

Senang rasanya melihat seorang Barkhad
Abdi kembali bermain di sebuah film besar dan tidak berakhir menjadi
sekedar aktor berlebel ‘one hit wonder’ setelah debut luar biasanya di Captain Phillips
2013 silam yang diganjar berbagai penghargaan termasuk menang di ajang
BAFTA dan menjadi nominator Oscar sebagai pemeran pembantu pria terbaik.
Tetapi sesungguhnya Abdi bukan satu-satunya hal menyenangkan yang bisa
kamu dapatkan dalam Eye In The Sky, thriller perang produksi Inggris
garapan sutradara Gavin Hood (X-Men Origins: Wolverine, Ender Game) ini, masih ada lusinan kejutan dan kesenangan yang sudah siap menunggumu di kurang lebih 102 menit ke depan.
Kisahnya berpusat pada usaha pemerintah
Inggris dalam sebuah operasi intelijen meringkus sekaligus mencegah
aksi kelompok teroris kelas kakap Al-Shabaab yang tengah melakukan
pertemuan rahasia di Nairobi, Kenya. Operasi yang dipimpin oleh Kolonel
Katherine Powell (Helen Mirren) ini melibatkan beberapa pihak
berkepentingan, dari Letnan Jendral Frank Benson (Alan Rikman) yang
mewakili pemerintahan Inggris, Steve Watts (Aaron Paul), pilot drone
tempur angkatan udara Amerika sampai agen rahasia Kenya, Jama Farah
(Barkhad Abdi).
Di era modern saat ini perang terhadap
terorisme jelas tidak terdengar asing, sudah banyak film yang
bolak-balik mengangkat tema macam ini, bahkan Gavin Hood sendiri
sebelumnya juga pernah membuat satu dalam Rendition, tetapi Eye In The Sky
mungkin akan menjadi sedikit berbeda. Naskah bikinan Guy Hibbert
mencoba bergerak dari sisi lain dari sebuah rantai komando operasi
militer rahasia yang setiap pilihan dan keputusan yang diambil
melibatkan banyak pihak, etika, politik dan yang paling penting, dilema
moral rumit. Jadi ia tidak lantas kemudian menjadi sajian thriller
perang modern dengan segala kecanggihan drone-drone intai tempurnya yang serta merta langsung main serbu saja ala Rambo yang berisik.
Setiap ketegangan berhasil dibangun
dengan sangat baik, ya, seperti yang saya katakan di atas, pilihan dan
keputusan berperan vital dalam menciptakan situasi super intens dengan
waktu yang terus berjalan. Di atas kertas pilihannya sebenarnya mudah,
tinggal lakukan atau tidak, tetapi saya senang bagaimana naskah cerdas
Hibbert tidak membuatnya semudah itu. Hood dan Hibbert memperlakukan
setiap karakternya dengan manusiawi, ada sebuah batasan abu-abu yang
harus dilewati, ini bukan sekedar usaha memberantas atau perang
kepada terorisme semata, ada rasa kemanusiaan, ada rasa takut
sekaligus cemas yang begitu besar di balik keperkasaan mereka
mengendalikan kekuatan perang modern yang canggih, terlihat dari saling
melempar tanggung jawab satu sama lain hanya karena tidak mau sampai
disalahkan jika nantinya sampai berakhir buruk.
Ya, benturan moral, segala kode etik, protokol mengemaskan serta macam-macam konflik internal menjadi sajian utama Eye In The Sky,
jujur, saya belum pernah melihat adegan sederhana seperti momen ketika
menunggu seorang bocah perempuan Nairobi berjualan roti bisa disajikan
dengan begitu mendebarkan sekaligus emosional atau bagaimana ketika
para petinggi-petinggi saling adu argumen tentang prosedur pelaksanaan
operasi yang tak jarang membuat kita tertawa getir. Sementara jajaran cast-nya
juga bermain gemilang dalam menggerakkan naskah dan penyutradaraannya.
Kita tahu lah kualitas aktris senior macam Helen Mirren yang sekali
lagi tampil mengesankan membawakan peran Kolonel Katherine Powell yang
tegas, penuh wibawa namun di saat bersamaan juga sama tidak berdayanya
ketika dihadapkan pada sebuah situasi yang sulit. Sementara mendiang
aktor Alan Rikman juga tampil sama hebatnya sebagai petinggi militer
Inggris Frank Benson di salah satu film terakhirnya. Saya senang ketika
Hood berhasil membagi setiap perannya dengan porsi yang sama pentingnya,
baik Mirren, Rikman, Aaron Paul sampai Barkhad Abdi bergantian
menampilkan penampilan terbaik mereka.
You may also like...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Recent Posts
Labels
10 peringkat teratas
(1)
7 Kejadian Langka dan Spektakuler di Seluruh Dunia
(42)
Biografi
(6)
Download Game
(3)
edit blog
(1)
komputer
(3)
Review
(23)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar