Sabtu, 26 November 2016

Assassin’s Creed 3 PC Game Free Download

Assassin Creed 3 diatur dalam dunia yang terbuka dan disajikan dari sudut pandang third-person dengan fokus utama pada penggunaan Desmond, Connor combat, kemampuan untuk mengalahkan target dan menjelajahi lingkungan.
Menceritakan sejarah fiksi peristiwa dunia nyata dan mengikuti perjuangan berabad-abad antara Assassins yang memperjuangkan perdamaian untuk kebebasan, dan Templar yang menginginkan perdamaian untuk menguasai.
Game aksi petualangan Assassin Creed III ini dikembangkan oleh Ubisoft Montreal dan diterbitkan oleh Ubisoft untuk PlayStation 3, Xbox 360, Wii U dan Microsoft Windows.
Assassin's Creed 3
Minimum system requirements:
  • Processor: Intel Core 2 Duo E6700 2.66GHz / AMD Athlon 64 X2 Dual Core 6000+
  • RAM: 2 GB
  • VGA: 512 VRAM – GeForce 8600 GT 512MB GDDR3 / Radeon HD 3870
  • DirectX: DX 10
  • OS: Windows Vista SP2 / 7 SP1 / 8 (32 dan 64bit)
  • HDD: 17 GB atau lebih
Cara main:
  1. Jalankan setup.exe
  2. Instal sampai komplit.
  3. Buka AC3SP.exe pada direktori game.
Download
  • Assassin’s Creed 3 Game:  [6 Part]
  • Size: 5.3 GB Full Version
  • Password: www.hienzo.com

sumber 

Sabtu, 29 Oktober 2016

Download GTA V Full Version for Free

Download GTA V Full Version for Free – Dengan grafis yang lebih apik dibandingkan GTA 4, seri kelima ini masih mengusung genre aksi dan petualangan. Meski terdapat misi yang harus diselesaikan, pemain dapat dengan bebas menjelajahi peta permainan. Latar belakang permainan menggunakan peta San Andreas. Selain fitur sudut pandang orang pertama, pemain juga dapat bermain dengan sudut pandang orang ketiga.
Free Download GTA V PC Game
Untuk menyelesaikan misi, tokoh utama yang dikendalikan oleh pemain terkadang harus menjelajahi tempat yang jauh. Oleh karena itu, tokoh tersebut dapat menggunakan kendaraan yang tersedia dengan cara mengambilnya. Akan tetapi, sebaiknya pemain berhati-hati karena akan ada konsekuensi apabila melakukan tindakan kejahatan.
Petualangan GTA V Free Download bermula ketika terjadi perampokan besar-besaran 9 tahun lalu. Perampok bernama Michael Townley tersebut kini sudah dibebaskan dan berada di bawah perlindungan saksi. Kemudian dirinya bertemu dan bersahabat baik dengan Franklin Clinton ketika berurusan dengan penjual mobil. Dari sinilah persahabatan mereka mengarah ke petualangan yang lebih menegangkan.
Meskipun Michael sudah berusaha menyembunyikan identitasnya, akan tetapi terungkap pula bahwa dirinya adalah mantan perampok yang handal. Lantas ia kembali ke dunia kriminal dan melakukan perampokan bersama Franklin untuk membayar hutang. Apakah usahanya kali ini akan berhasil dan tidak gagal seperti sebelumnya? Ikuti sendiri keseruannya dengan Download GTA 5.
Info
  • Developer: Rockstar North
  • Publisher: Rockstar Games
  • Series: Grand Theft Auto
  • Release date: 14 April 2015
  • Genre: Action-adventure
  • Mode: Single-player, multiplayer
Screenshots:
Download GTA 5 PC
Grand Theft Auto V Full Version
System Requirements
  • OS: Windows Vista SP2, 7 SP1, 8 / 8.1 (64-bit only)
  • CPU: Intel Core 2 Quad @ 2.4GHz / AMD Phenom 9850 Quad-Core
  • Graphics: NVIDIA 9800 GT 1GB / AMD HD 4870 1GB (DX 10, 10.1, 11)
  • RAM: 4 GB
  • Hard Drive: 65 GB free space
  • Sound Card: 100% DirectX 10 compatible
Cara instal:
1.Install Socialclub.
2.Ekstrak file GTA 5.
3.Mount yang berekstensi ISO menggunakan PowerISO.
4.Install gamenya.
5.Copy file dari folder crack dan paste di direktori game. Contoh C:\Program Files\Grand Theft Auto V
6.Klik kanan GTAVLauncher.exe, lalu Run as administrator.
7.Gunakan update jika ingin memperbarui game.

Download GTA 5 PC

sumber 

Download Pro Evolution Soccer 2017 Full Version

Download Pro Evolution Soccer 2017 Full Version – Merupakan kelanjutan dari seri sebelumnya. Berbeda dengan PES 2016, game yang sering disingkat sebagai PES ini dilengkapi dengan kecerdasan buatan yang sudah berevolusi. Pada umumnya, setiap karakter memiliki kemampuan bermain yang standar. Akan tetapi, pada game ini kemampuan tersebut berkembang dan disesuaikan dengan kemampuan pemain.
Free Download PES 2017 PC Game
Kecerdasan buatan yang canggih tersebut mampu memahami kemampuan yang dimiliki oleh pemain. Fitur kecerdasan buatan semacam ini tidak ditemukan pada permainan bergenre serupa lainnya. Hal ini membuat pertandingan menjadi lebih realistis karena pemain juga berkembang dalam menghadapi lawan dengan kemampuan tertentu.
Pemain dapat melihat karakter yang memiliki penampilan layaknya pemain sepak bola di dunia nyata. Pemain juga dapat mengendalikan arah pergerakan bola dengan cara yang lebih mudah. Beberapa animasi seperti selebrasi atau cara mengoper bola dikembangkan sesuai dengan karakter pemain aslinya.
Tidak hanya para pemain, penjaga gawang yang ada dalam Download PES 2017 rupanya juga mampu melakukan lompatan yang spektakuler untuk menyelamatkan gawang. Animasi dan grafis PES 2017 layak diacungi jempol karena tampil begitu realistis. Game dari Konami ini telah bekerja sama dengan klub sepak bola ternama dunia sehingga membuat permainan menjadi lebih berkesan.
Info
  • Developer: Konami Digital Entertainment
  • Publisher: Konami Digital Entertainment
  • Series: Pro Evolution Soccer
  • Release date: 15 September 2016
  • Genre: Sports
  • Mode: Single-player, multiplayer
  • Include: 16 Languages
Screenshots:
PES 2017 Full Version
PES 2017 PC Gameplay
Keylor Navas PES 2017

System Requirements
  • OS: Windows Vista SP2, 7 SP1, 8, 8.1, 10
  • CPU: Intel Core 2 Duo @ 1.8 GHz / AMD Athlon X2 240
  • Video Card: DirectX 9.0c, 1 GB, Pixel Shader 3.0 (GeForce 8800 / Radeon X1600 / Intel HD Graphics 3000)
  • RAM: 1 GB
  • Hard Drive: 8 GB free space
  • DirectX: Version 9.0c
  • Sound Card: DirectX 9.0c
  •  
Cara main:
  1. Mount file iso dengan PowerISO.
  2. Jalankan setup dan instal.
  3. Copy isi dari folder Crack dan paste di folder instal PES 2017.
  4. Klik kanan pada Gamenya lalu run as admin.
  5. Untuk mengubah text dan audio, atur di menu options.

Download PES 2017

sumber

Rabu, 26 Oktober 2016

The Witch (2016)

 the-witch

Jika kebanyakan horor konvensional menggantungkan dirinya pada kekuatan jeritan hasil dari parade jump scare, musik dan penampakan-penampakan mahluk jahat yang mengerikan dengan hanya menawarkan sedikit lapisan cerita yang dalam maka bersiaplah menyambut The Witch garapan sutradara debutan Robert Eggers yang ya, bisa dibilang sedikit berbeda.

Tidak butuh waktu lama buat The Witch untuk bisa langsung menarik penontonnya masuk ke dalam sebuah dunia yang dingin, kusam dan misterius. Mengambil set di New England era 1630-an, satu keluarga religius yang terdiri dari pasangan suami istri dan keempat anaknya harus terbuang dari kelompoknya karena perbedaan pandangan, mereka kemudian memilih untuk hidup menyendiri di pinggir hutan terpencil yang tanpa sepengetahuan mereka ternyata angker karena dipercaya sebagai tempat bersemayam seorang penyihir jahat.

Memang di atas kertas premisnya terdengar simpel dan generik. Tema penyihir dan kutukan memang bukan sesuatu yang asing lagi di dunia horor, lihat saja yang paling saya ingat dalam beberapa tahun terakhir ini seperti Drag Me to Hell milik Sam raimi yang mengambil pendekatan lebih jenaka, tetapi The Witch milik Eggers sendiri tidak memberi ruang sedikit pun untuk tawa, ia seakan-akan menyedot semua kebahagiaan dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih gelap, lebih depresif dari cerita rakyat Ingris lama bersama banyak gambar-gambar mengganggu yang siap menghantuimu bahkan setelah kredit akhir muncul.

Kekuatan The Witch adalah bagaimana Eggers mampu membangun dunianya dengan sangat-sangat kuat sejak menit-menit pertama ia bergulir. Pemilihan palet warna kelabu mendominasi visualnya, dikombinasikan dengan scoring garapan Mark Korven yang menyayat menghasilkan aroma suram pekat. Sementara pergerakan kameranya yang sepelan alur ceritanya sendiri menghasilkan efek ‘siksa’ tersendiri, lihat saja ketika Eggers menyorot satu pohon di hutan gelap itu, seperti tengah memperlihatkan bahwa ada ancaman besar dari dalam sana yang siap menunggu keluarga malang itu.

The Witch punya lapisan yang rumit ketimbang horor konvensional lain dan perlakukan semi art house yang pelan bersama segala dialog-dialog berdialek religi mungkin akan membuat sebagian penontonnya tak nyaman menikmatinya, tetapi ia tidak lantas menjadi absurd dan tanpa kepastian. Satu hal yang pasti bahwa teror penyihir hutan itu ada, bisa kita lihat bagaimana sosok tua mengerikan itu melakukan ritual-ritual seram di sarangnya, masalahnya keluarga William (Ralph Ineson) tidak pernah melihatnya sendiri meski mereka tahu persis ada sesuatu di dalam hutan sana yang membuat hasil panennya busuk dan membuat keluarganya menderita. Bersama istrinya, Katherine (Kate Dickie), keempat anak-anaknya, Thomasin (Anya Taylor-Joy), Caleb (Harvey Scrimshaw) dan si kembar Mercy (Ellie Grainger) dan Jonas (Lucas Dawson), William hanya bisa berlindung pada fanatisme agamanya. Tetapi teror dari hutan tampak tidak bisa dibendung. Perlahan namun pasti keluarga William mulai terpecah belah, krisis kepercayaan mulai melanda menghancurkan bersama kejadian-kejadian aneh di luar akal sehat.

Thomasin menjadi karakter yang paling menderita di sini. Dengan status sebagai anak tertua, anak perempuan pula, ia terjebak dalam situasi pelik di keluarganya. Di satu sisi Thomasin yang tengah beranjak dewasa bisa menjadi jalan keluar dari keadaan keluarganya yang mengalami kesulitan dengan menjodohkannya kepada putra keluarga lain, tetapi kita tahu Thomasin tidak menginginkan itu yang kemudian membawanya ke situasi lebih buruk lagi ketika ia mulai disalahkan atas kejadian-kejadian yang menimpa keluarganya. Yang menarik, Eggers turut menyelipkan elemen coming of age di dalamnya dengan segala pergolakan batin Thomasin dan Caleb, sesuatu yang mungkin terasa aneh untuk sebuah genre horor namun nyatanya ia mampu bersinergi dengan baik dengan plot utamanya, menjadikan The Witch sebagai horor yang tidak hanya menakutkan dengan segala aroma hitam pekat dan premis penyihirnya namun juga bagaimana elemen psikologisnya bermain dengan cantik.

Eye In The Sky (2016)

 iVKB91oDAo65vDpOttwzyHKxN2t

Senang rasanya melihat seorang Barkhad Abdi kembali bermain di sebuah film besar dan tidak berakhir menjadi sekedar aktor berlebel ‘one hit wonder’ setelah debut luar biasanya di Captain Phillips 2013 silam yang diganjar berbagai penghargaan termasuk menang di ajang BAFTA dan menjadi nominator Oscar sebagai pemeran pembantu pria terbaik. Tetapi sesungguhnya Abdi bukan satu-satunya hal menyenangkan yang bisa kamu dapatkan dalam Eye In The Sky, thriller perang produksi Inggris garapan sutradara Gavin Hood (X-Men Origins: Wolverine, Ender Game) ini, masih ada lusinan kejutan dan kesenangan yang sudah siap menunggumu di kurang lebih 102 menit ke depan.

Kisahnya berpusat pada usaha pemerintah Inggris dalam sebuah operasi  intelijen meringkus sekaligus mencegah aksi kelompok teroris kelas kakap Al-Shabaab yang tengah melakukan pertemuan rahasia di Nairobi, Kenya. Operasi yang dipimpin oleh Kolonel Katherine Powell (Helen Mirren) ini melibatkan beberapa pihak berkepentingan, dari Letnan Jendral Frank Benson (Alan Rikman) yang mewakili pemerintahan Inggris, Steve Watts (Aaron Paul), pilot drone tempur angkatan udara Amerika sampai agen rahasia Kenya, Jama Farah (Barkhad Abdi).

Di era modern saat ini perang terhadap terorisme jelas tidak terdengar asing, sudah banyak film yang bolak-balik mengangkat tema macam ini, bahkan Gavin Hood sendiri sebelumnya juga pernah membuat satu dalam Rendition, tetapi Eye In The Sky mungkin akan menjadi sedikit berbeda. Naskah bikinan Guy Hibbert mencoba bergerak dari sisi lain dari sebuah rantai komando operasi militer rahasia yang setiap pilihan dan keputusan yang diambil melibatkan banyak pihak, etika, politik dan yang paling penting, dilema moral rumit. Jadi ia tidak lantas kemudian menjadi sajian thriller perang modern dengan segala kecanggihan drone-drone intai tempurnya yang serta merta langsung main serbu saja ala Rambo yang berisik.

Setiap ketegangan berhasil dibangun dengan sangat baik, ya, seperti yang saya katakan di atas, pilihan dan keputusan berperan vital dalam menciptakan situasi super intens dengan waktu yang terus berjalan. Di atas kertas pilihannya sebenarnya mudah, tinggal lakukan atau tidak, tetapi saya senang bagaimana naskah cerdas Hibbert tidak membuatnya semudah itu. Hood dan Hibbert memperlakukan setiap karakternya dengan manusiawi, ada sebuah batasan abu-abu yang harus dilewati, ini bukan sekedar usaha memberantas atau perang kepada terorisme semata, ada rasa kemanusiaan,  ada rasa takut sekaligus cemas yang begitu besar di balik keperkasaan mereka mengendalikan kekuatan perang modern yang canggih, terlihat dari saling melempar tanggung jawab satu sama lain hanya karena tidak mau sampai disalahkan jika nantinya sampai berakhir buruk.

Ya, benturan moral, segala kode etik, protokol mengemaskan serta macam-macam konflik internal menjadi sajian utama Eye In The Sky, jujur, saya belum pernah melihat adegan  sederhana seperti momen ketika menunggu seorang bocah perempuan Nairobi  berjualan roti bisa disajikan dengan begitu mendebarkan sekaligus emosional atau bagaimana ketika para petinggi-petinggi saling adu argumen tentang prosedur pelaksanaan operasi yang tak jarang membuat kita tertawa getir. Sementara jajaran cast-nya juga bermain  gemilang dalam menggerakkan naskah dan penyutradaraannya. Kita tahu lah kualitas aktris senior macam Helen Mirren yang sekali lagi tampil mengesankan membawakan peran Kolonel Katherine Powell yang tegas, penuh wibawa namun di saat bersamaan juga sama tidak berdayanya ketika dihadapkan pada sebuah situasi yang sulit. Sementara mendiang aktor Alan Rikman juga tampil sama hebatnya sebagai petinggi militer Inggris Frank Benson di salah satu film terakhirnya. Saya senang ketika Hood berhasil membagi setiap perannya dengan porsi yang sama pentingnya, baik Mirren, Rikman, Aaron Paul sampai Barkhad Abdi bergantian menampilkan penampilan terbaik mereka.