Rabu, 26 Oktober 2016
Kung Fu Panda 3 (2016)
Kung Fu Panda 3 (2016)

Dibanding Pixar, Dreamworks bisa
dibilang lebih sukses ketika berurusan dengan sekuel-sekuel animasinya
tanpa kehilangan pesonanya, lihat Shrek yang masih sukses meski sudah menyentuh empat seri lalu juga ada wara laba Madagascar juga mencapai tahap trilogi dan tentu saja franchise Kung Fu Panda yang akhirnya menelurkan seri ketiganya setelah lima tahun absen. Ya, berbicara soal Kung Fu Panda
berarti kita akan berbicara soal animasi yang seru, lucu dan keren
bersama begitu banyak hewan-hewan yang mampu tampil imut dan garang di
saat bersamaan. Jarang ada animasi barat yang sarat dengan segala
pernak-pernik oriental, baik budaya termasuk bela dirinya yang mampu
digarap dengan keseimbangan sempurna antara humor dan aksi, dan Kung Fu Panda
berhasil melakukannya dengan sangat baik, jadi tidak heran jika ia
menjadi salah satu animasi yang paling diantisipasi di setiap kemunculan
seri terbarunya, baik itu animasi pendek maupun film panjangnya.
Jujur, Kung Fu Panda 3
sebenarnya tidak menawarkan sebuah pola yang baru. Ia masih dalam jalur
penceritaan yang sama dengan para pendahulunya, Ada konflik baru,
tantangan baru dan tentu saja musuh baru serta bagaimana Po berjibaku
dengan dirinya sendiri untuk menjadi sosok pendekar yang lebih baik. Ya,
menarik memang jika berbicara soal Po si panda gendut ini, bagaimana
tim penulisnya mampu mengeksplorasi karakter dan latar belakang cerita
hidupnya yang secara tidak langsung sudah membentuk benang merah di
setiap serinya. Seri pertamanya Po belajar menjadi pahlawan baru, seri
keduanya bagaimana ia mempertajam kemampuannya dan di seri ketiganya ini
secara garis besar adalah bagaimana ia menjadi guru bagi Furious Five
yang juga sahabat-sahabatnya, namun sekali lagi benang merah dari masa
lalu Po kembali datang dalam wujud panda bernama Li Shan (Bryan
Cranston) yang tidak lain tidak bukan adalah ayah kandung Po yang
kemudian mengajaknya pulang ke desa rahasia para panda. Sementara di
alam baka, musuh lama Grand Master Oogway (Randall Duk Kim), Kai (J. K.
Simmons) bangkit kembali dari alam kematian setelah berhasil mencuri chi dari arwah-arwah pendekar hebat, termasuk Master Oogway sendiri.
Seperti yang saya katakan di atas, kekuatan utama dari Kung Fu Panda sejak kemunculan perdananya 2008 silam adalah perpaduan olahan humor kocak dari dialog sampai fisik, aksi martial arts
spektakuler dan pemilihan karakter yang kuat dan kombinasi itu yang
lagi-lagi kita dapatkan di seri ketiganya ini yang kembali dipegang
Jennifer Yuh Nelson bersama Alessandro Carloni terlepas dari narasinya
yang sedikit lemah dan terkesan mengulang kembali pakem di seri
sebelumnya. Kualitas animasinya masih sama bagusnya dengan yang
sudah-sudah, baik itu CGI maupun gambaran tangan, termasuk di
dalamnya detail karakter maupun lingkungannya, keduanya ditambah dengan
scoring Hans Zimmer yang
menjadi perpaduan apik dalam menggambarkan perjalanan Po yang untuk ke
sekian kalinya lagi-lagi haris mencari jati dirinya.
Jika ada satu hal lain yang saya suka tentang Kung Fu Panda
selain koreografi dan humornya, itu adalah kualitas voice over dari
para pengisi suaranya. Hampir semua aktor dan aktris pengisi suara dari
dua seri sebelumnya kembali meneruskan pekerjaan bagus mereka. Jack
Black masih menjadi daya tarik utama Kung Fu Panda 3, ia menjadi jiwa
dan raga buat karakter Po dengan suara sempurna dan tentu saja dengan
segala guyonannya yang hampir semua didominasinya. Sayang penyakit lama Kung Fu Panda
masih kambuh ketika ia tidak benar-benar bisa memaksimalkan nama-nama
besar macam Angelina Jolie, Lucy Liu, Seth Rogen, David Cross sampai
Jackie Chan yang terkesan sekedar hanya menjual nama besar dengan dialog
yang mungkin tidak mencapai separuh halaman. Yang menarik adalah
bagaimana pengaruh besar Angelina Jolie yang sampai-sampai ia bisa
melibatkan anak-anaknya untuk turut mengisi suara para panda kecil di
sini, dari Pax , Knox Jolie-Pitt, Zahara sampai Shiloh Jolie-Pitt. Tentu
saja sekuel baru tentu ada karakter baru, kali ini Kung Fu Panda 3
turut menghadirkan J.K Simmons sebagai Kai si kerbau, villain
utama yang garang, Kate Hudson yang kebagian peran kecil sebagai panda
betina Mei Mei dan Jean-Claude Van Damme dalam wujud si Master Croc yang
nyaris tanpa dialog.
You may also like...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Recent Posts
Labels
10 peringkat teratas
(1)
7 Kejadian Langka dan Spektakuler di Seluruh Dunia
(42)
Biografi
(6)
Download Game
(3)
edit blog
(1)
komputer
(3)
Review
(23)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar