Rabu, 26 Oktober 2016
10 Cloverfield Lane (2016)
10 Cloverfield Lane (2016)
Meski punya konsep tentang invasi alien yang menarik dan dipuja-puji oleh para kritikus, faktanya Cloverfield garapan Matt Reeves 2008 silam bukan jenis film yang mudah dinikmati karena penyajian ala found footage-nya yang membuat separuh penontonnya pusing dan mual-mual karena efek shaky
kameranya yang begitu ‘mentah’. Tetapi jika bisa selamat melewati
teknis dan editing ‘kasarnya’ yang memabukan, kamu mungkin akan sepakat
seperti saya bahwa Cloverfield memang adalah salah satu thriller fiksi ilmiah kecil yang jenius dan paling mendebarkan yang pernah ada.
Bahkan setelah rilisnya Cloverfield
pembicaraan soal sekuelnya sudah muncul di permukaan meski kenyataannya
hanya sekedar menjadi omong-omong semata. Sanking antusiasnya
mengharapkan seri lanjutan Cloverfield, sampai-sampai banyak penonton yang berspekulasi bahwa Super 8-nya J.J Abrams adalah sekuel Cloverfield, tentu saja kemudian dibantah mentah-mentah oleh sutradara Star Wars: The Force Awakens itu. Tetapi penantian panjang itu berakhir sudah setelah di awal tahun ini Paramount Pictures mengumumkan judul resminya, 10 Cloverfield Lane yang dibarengi dengan trailer dan marketing viral ala Cloverfield yang mengusik rasa penasaran.
Tetapi kenyataannya, 10 Cloverfield Lane bukanlah sekuel Cloverfield,
bahkan J.J Abrams yang kembali duduk di bangku produsernya pun
menegaskan demikian meski ia tidak menampik bahwa film garapan sutradara
debutan Dan Trachtenberg ini berbagi DNA yang sama termasuk dunia
alternatif yang sama dengan Cloverfield-nya Reeves. Mungkin lebih tepat menyebutnya sebagai spin-off atau sidequel
mengingat narasinya yang bukan seperti lanjutan namun bekerja sebagai
pondasi yang juga berjalan beriringan dengan peristiwa yang terjadi
dalam Cloverfield.
Jadi tidak ada penampakan kaiju seperti
di film pertamanya. Tembok-tembok besar pencakar langit New York yang
porak poranda digantikan dengan pemandangan pinggir kota yang sunyi,
memperlihatkan sosok Mary Elizabeth Winstead dalam wujud Michelle tengah
mengendarai mobilnya, pergi jauh dari kehidupan lamanya, meninggalkan
kekasihnya, Ben (Bradley Cooper) yang memohon-mohon untuk kembali lewat
pengeras suara iPhone-nya. Tetapi jauh sebelum ia sampai di
tempat tujuan yang entah di mana, mobil Michelle mengalami kecelakaan
hebat yang juga menjadi salah satu opening credit paling keren yang pernah ada.
Dari sini cerita dimulai. Singkatnya,
Michelle kemudian diselamatkan oleh Howard (John Goodman) dan dibawa ke
bunker bawah tanahnya. Howard menjelaskan bahwa ada serangan misterius
mematikan yang tengah menghancurkan dunia, membuat udara di luar
sana tercemar oleh limbah beracun mematikan. Michelle tidak sendiri di
sana, ada tetangga Howard, Emmet (John Gallagher, Jr.) yang juga
beruntung bisa berada di bunker yang mungkin paling nyaman di dunia itu.
Ya, bunker Howard mungkin sangat nyaman, aman dan hangat, jauh dari
ancaman mengerikan dari luar, tetapi siapa sangka teror malah datang
dari dalam yang kemudian memaksa Michelle harus memutar otak agar bisa
keluar dari sana.
10 Cloverfield Lane memang meminjam universe dan premis dasar tentang kiamat alien dari abangnya, Cloverfield sebagai pondasi ceritanya, tetapi jujur saja ini seperti dua film yang benar-benar berbeda. Kita mengenal Cloverfield dengan gaya mocku horornya yang mencekam dan memabukan, di sini, di 10 Cloverfield Lane, Dan Trachtenberg melakukan pendekatan lebih bersahabat dengan membuang jauh-jauh pengunaan shaky cam-nya,
kembali ke sudut pandang orang ketiga, memodifikasi konsep sci-finya
menjadi thriller home invasioan ruang sempit yang mencekam. Ya, 10 Cloverfield Lane memang kehilangan penyajian yang membuat Cloverfield selalu diingat tetapi bukan berarti ia lantas kehilangan taji dan ciri khasnya sendiri.
Saya suka bagaimana Trachtenberg
mengolah naskah buatan Josh Campbell dan Matt Stuecken dengan sangat
berkelas, mengalihkan perhatian kita sejenak dari dunia luar Cloverfield
yang tidak jelas nasibnya, memfokuskan segalanya ke bunker nyaman milik
Howard yang dipenuhi dengan banyak pertanyaan, misteri dan
ketidakpastian dan juga tekanan tingkat tinggi yang dibangun perlahan
namun dengan pasti akan mencekikmu nanti bersama atmosfer klaustrofobik
menyesakan yang sangat efektif menggedor jantungmu sampai akhir nanti.
Saya suka bagaimana Trachtenberg membangun segalanya dengan solid sejak
awal. Membuka filmnya dengan opening yang keren, menghadirkan misterinya
yang langsung menyentil rasa penasaranmu dan yang paling utama adalah
bagaimana dengan jenius ia memaksimalkan sumber dayanya yang sangat
terbatas, perlu diketahui, bujet 10 Cloverfield Lane ini lebih kecil ketimbang Cloverfield yang sebenarnya juga sudah sangat minim itu, tetapi sekali lagi Trachtenberg membuktikan bahwa biaya produksi bukan segalanya.
Satu hal lain yang menonjol dalam 10 Cloverfield Lane selain kualitas narasi dan penyutradaraan yang ‘menyimpang’ adalah casting-nya
yang sempurna. Ia hanya punya tiga orang pemain utama, dan semua
bermain fantastis. Kudos terutama patut diberikan kepada aktor senior
John Goodman dalam salah satu penampilan terbaiknya. Berperan sebagai
Howard sang penyelamat, Goodman bisa menghadirkan sebuah kompleksitas
karakter yang menarik. Di satu sisi ia menimbulkan kecurigaan dengan
segala tindakan pencegahan yang sedikit berlebihan, tetapi ia punya
alasan bagus untuk itu dan jawaban buat semua pertanyaan, tetapi di sisi
lain susah untuk tidak menaruh curiga kepadanya meski terlihat lembut
dan sangat peduli, karakter Howard bisa menjadi sangat menyeramkan.
Sementara Mary Elizabeth Winstead sukses menjadi heroin tangguh yang manusiawi meski di thrid act-nya
ia tampak terlalu hebat. Secara keseluruhan Winstead mampu memadukan
kekuatan emosi, rasa was-was dan kecerdasan berpikir yang berhasil di
bawakannya dengan baik, relasinya bersama John Gallagher, Jr. memberikan
sisi emosional tersendiri, terutama ketika Trachtenberg memberi sesi curhat intim buat keduanya guna memberi kedekatan lebih kepada penontonnya yang tentu saja menghasilkan efek peduli yang lebih kuat.
You may also like...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Recent Posts
Labels
10 peringkat teratas
(1)
7 Kejadian Langka dan Spektakuler di Seluruh Dunia
(42)
Biografi
(6)
Download Game
(3)
edit blog
(1)
komputer
(3)
Review
(23)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar