Rabu, 26 Oktober 2016
Last Shift (2015)
Last Shift (2015)
Dalam dunia horor tidak ada itu istilah
tempat paling aman, bahkan bangunan tangguh seperti kantor polisi pun
bisa didapuk sebagai salah satu tempat paling angker, seperti misalnya
yang terjadi dalam horor indie; Last Shift garapan sutradara Dread, Anthony DiBlasi ini.
Malam itu, polwan Jessica Loren (Juliana
Harkavy) yang gugup baru saja memulai debutnya sebagai seorang polisi
demi melanjutkan perjuangan sang ayah yang tewas dalam tugas. Tugasnya
sebenarnya terbilang mudah, sangat mudah malah. Ia hanya diperintahkan
untuk menunggu sebuah kantor polisi yang telah nyaris kosong dan
pemidahan barang terakhir ke gedung baru dilakukan malam itu di saat ia
berjaga. Masalahnya Jessica yang malang tidak pernah mengetahui apa yang
bakal dihadapinya nanti. Sesuatu yang jahat, sangat jahat sudah
menantinya di sana.
Last Shift sebenarnya punya konsep horor haunted house usang,
menjadi menarik ketika DiBlasi mencoba melakukan penyegaran dengan
sedikit memodifikasinya di sana-sini seperti yang jelas terlihat ketika
ia memindahkan TKP-nya yang biasanya didominasi rumah-rumah atau tempat
tinggal ke kantor polisi. Ya, sedikit perubahan set namun hasilnya bisa
sangat efektif karena bagaimana kemudian DiBlasi juga berhasil
memadukannya dengan kombinasi serangan psikologis, ancaman supranatural
dan teror klaustrofobik yang hadir dari setiap ruang sempit di kantor
polisi tersebut.
Tidak banyak mengumbar basa-basi, Last Shift langsung
bergerak cepat menuju ke pokok permasalahannya, memperlihatkan
bagaimana polwan kita bertugas di malam pertamanya, bagaimana panggilan
telepon misterius dari seorang gadis yang ketakutan itu seharusnya
sudah secara otomatis teralihkan ke kantor baru kemudian memecah
heningnya malam. Dari sini teror pun dimulai. Jessica tentu saja tidak
pernah menyangka apa yang akan ia hadapi di sana. Awalnya segala
kegaduhan yang terjadi dikarenakan ada gelandangan aneh yang menyusup,
namun perlahan tensi keganjilan mulai meningkat.
DiBlasi sukses menghadirkan sebuah pengalaman berbeda menonton horor rumah hantu. Secara keseluruhan Last Shift
punya kadar kengerian dan ketegangan yang digarap dengan sangat baik.
Aroma sesak bercampur misteri pekat kemudian menyelimuti 90 menit
durasinya bersama pergerakan kamera yang pintar dan scoring
eerie yang menyayat. Aktivitas paranormal jahat perlahan namun
pasti menunjukkan jati dirinya tanpa malu-malu meski pada beberapa
bagian terkesan repetitif dan babak ketiga yang terasa terlalu diobral,
namun hebatnya, ia tidak pernah kehilangan momentumnya dan beberapa
kejutan mengerikan akan membuatmu merinding disko. Entah kebetulan atau
tidak, beberapa adegan seramnya terlihat seperti terinspirasi dari J-horror legendaris macam The Ring dan Ju-On yang dimodikasi sedemikian rupa.
Tentu saja sebagai sebuah horor ruang sempit tidak hanya dibutuhkan penyutradaraan dan naskah kuat namun juga casting yang prima, dan aktris yang pernah hadir di dua episode The Walking Dead,
Juliana Harkavy tidak hanya punya modal paras cantik yang enak untuk
dilihat namun juga bagaimana kemampuannya mengisi karakter Jessica Loren
dengan baik menjadikan nilai lebih buat Last Shift. DiBlasi dan cowriter-nya,
Scott Poiley tidak semata-mata hanya menjadikan karakter Jessica Loren
sebagai objek ‘bully’ kosong dari para penunggu gedung, namun mengaitkan
narasinya langsung ke tokoh utamanya mampu memberikan sebuah motif kuat
dari mengapa ia memilih menjadi polisi menggantikan mendiang sang ayah
yang juga menjadi alasan mengapa ia ‘betah’ berlama-lama di sana.
You may also like...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Recent Posts
Labels
10 peringkat teratas
(1)
7 Kejadian Langka dan Spektakuler di Seluruh Dunia
(42)
Biografi
(6)
Download Game
(3)
edit blog
(1)
komputer
(3)
Review
(23)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar