Rabu, 26 Oktober 2016
Gods of Egypt (2016)
Gods of Egypt (2016)

Gods of Egypt sebenarnya sudah
dengan sangat gamblang dalam setiap trailernya menunjukkan bahwa dirinya
bukanlah jenis film yang pantas kamu anggap serius, apalagi bahan untuk
mendalami mitologi Mesir kuno. Tidak ada ceritanya dalam lembaran buku
sejarah mana pun dewa-dewa Mesir hidup berdampingan dengan manusia,
memiliki darah emas dengan fisik lebih besar dan mampu bertransformasi
menjadi binatang besi layaknya robot-robot Transformers. Ya, secara
kualitas di atas kertas Gods of Egypt itu buruk, ia punya
naskah buruk, akting buruk, eksekusi buruk dan spesial efek buruk.
Tetapi terkadang jika kamu sudah menurunkan harapanmu sampai titik yang
terendah jauh-jauh hari, Gods of Egypt bisa menyenangkan untuk ditonton untuk sekedar melepas penat, ya, paling tidak, ia lebih enjoyable ketimbang koleganya sesama film aksi petualangan fantasi mitologi macam Clash of The Titans dan sekuelnya, Wrath of the Titans,
Semua dewa-dewi Mesir yang ditampilkan
di sini memang ada dalam buku-buku sejarah yang pernah kamu baca, dari
Dewa matahari; Ra, Osiris, Horus, Set, Thoth sampai Anubis penguasa alam
baka, tetapi dunia Gods of Egypt garapan Alex Proyas (The Crow, Dark City, I, Robot, Knowing) ini
bisa dibilang sedikit berbeda ketika menggunakan set dunia alternatif
Mesir kuno yang diberi sentuhan modern. Dikisahkan Horus (Nikolaj Coster-Waldau),
si penguasa udara tengah bersiap untuk dilantik menjadi raja Mesir baru
menggantikan ayahnya, Osiris (Bryan Brown) namun siapa sangka di tengah
kemeriahan pesta besar peralihan kekuasaan itu, Set (Gerard Butler)
adik Osiris datang dengan agendanya sendiri; menghadirkan kekacauan luar
biasa guna merebut singgasana sang calon raja baru. Hasilnya, Osiris
terbunuh, sementara Horus kalah dalam sebuah pertarungan, tidak hanya
kehilangan posisinya sebagai raja, ia juga harus merelakan kedua matanya
di ambil paksa Set dan menerima hukuman diasingkan. Dari sini, siapa
sangka nasib Mesir dan para dewa ternyata bergantung pada sosok manusia
bernama Bek (Brenton Thwaits).
Jujur, premis yang ditawarkan Gods of Egypt memang jauh dari mitologinya, namun susah untuk menyangkal bahwa modifikasi elemen Shakespearean klasik dengan
segala perebutan kekuasaan antar anggota keluarga kerajaan para
dewa-dewi yang tersaji dalam ranah fantasi ini menarik. Sayang konsep
hanya sebatas konsep, karena di lapangan duo penulisnya, Matt Sazama dan
Burk Sharpless gagal menghadirkan sebuah kedalaman cerita yang cukup
untuk membuat penontonnya bisa terikat dan peduli dengan nasib para
karakternya. Ya, mengecewakan memang melihat sebuah potensi menarik
terbuang percuma begitu saja dengan segala presentasi yang serba kacau,
bahkan spesial efek vaganza yang menjadi daya tarik utamanya selain dua
aktor utamanya yang terlihat cakep menggunakan pedang dan sandal juga
jauh dari luar biasa. Bayangkan, dengan bujet yang menyentuh 140 juta
Dolar, kualitas CGI Gods of Egypt hanya sedikit lebih baik dari sinetron laga naga Indosiar, bahkan CGI dari video game next gen saja masih jauh lebih keren. Oke, mungkin saja kamu bisa mengesampingkan kualitas cerita mediokernya, toh, kita tahu bahwa Gods of Egypt
diciptakan bukan buat bersaing mendapatkan penghargaan Oscar buat
naskah terbaik 2017 nanti, masalahnya, adegan aksi yang diharapkan
ternyata juga tidak terlalu perkasa. Kamu bisa memasukkan Gods of Egypt
dalam kategori film tanpa otak yang berisik, di satu sisi melihat
segala kehebohan dan kekacauan yang dihasilkan bisa menjadi sebuah
tontonan menghibur berskala besar namun di sisi lain ia tidak jarang
terlihat murahan dan konyol, tak jarang kita menertawakan segala
kebodohan narasi dan karakternya, belum lagi beberapa visual
efeknya yang kasar, seperti proses transformasi yang buruk dan
pertarungan yang jauh dari kata mengesankan, ya, beruntung ia masih
punya cukup stok pemanis yang efektif dari misalnya Courtney Eaton
sebagai Zaha yang cantik atau Chadwick Boseman yang mampu menghadirkan
eksotisnya dewi Thoth, ya, setidaknya buat kaum adam yang menonton.
You may also like...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Recent Posts
Labels
10 peringkat teratas
(1)
7 Kejadian Langka dan Spektakuler di Seluruh Dunia
(42)
Biografi
(6)
Download Game
(3)
edit blog
(1)
komputer
(3)
Review
(23)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar