Minggu, 23 Oktober 2016
Talak 3 (2016)
Talak 3 (2016)

Talak 3 sendiri adalah sebuah
pernyataan cerai yang terucap dari mulut suami kepada istri sebanyak
tiga kali dalam selang waktu tertentu yang efeknya tidak hanya berakibat
pada perceraian yang sah secara hukum Islam namun juga kesulitan untuk
melakukan rujuk kembali karena sang istri diwajibkan untuk menikah
terlebih dahulu dengan orang lain dan melakukan hubungan badan sebelum
akhirnya kembali bercerai.
Pertama-tema perlu diketahui bahwa ini bukan sekuel dari Talak 1 dan Talak 2,
faktanya memang tidak ada film-film dengan judul macam itu sebelumnya.
Lalu, melihat penjelasan tentang hukum talak 3 di atas mungkin ini akan
mnejadi akan terlihat ribet, tetapi tenang saja, tidak ada
yang menjabarkan lebih baik soal talak menalak ketimbang seorang Hanung
Bramantyo apalagi ketika penjelasan itu dituangkan dalam sebuah komedi
romantis, kerja samanya bersama sutradara Mencari Hilal, Ismail Basbeth.
Jarang sebuah romcom memulai
segalanya dengan elemen gelap macam perceraian, tetapi film-film
komedi Hanung memang tidak pernah biasa. Dalam kasus ini ada Bagas (Vino
G. Bastian) yang langsung menjatuhkan talak tiga kepada istrinya tanpa,
Risa (Laudya Cynthia Bella) tanpa pernah tahu apa akibat ucapannya itu
kelak. Dan benar saja, ketika sebuah proyek wedding expo besar
datang dan membutuhkan kerja sama keduanya, Bagas dan Risa bersama
bantuan sahabat baik mereka, Bimo (Reza Rahadian) kemudian melakukan
segala cara agak bisa rujuk kembali, tetapi tentu saja itu sama sekali
tidak mudah mengingat hukum talak tiga yang membuat segalanya menjadi rumit bak benang kusut.
Di satu jam pertamanya Hanung dan Ismail seperti tanpa kompromi langsung menghujani Talak 3
dengan berondongan komedi-komedi segar bermodalkan materi utama menarik
tentang seluk beluk dunia perceraian Muslim yang jujur saja, ribet.
Hampir semua guyonan berhasil memancing tawa lepas, dari sekedar urusan
di KUA yang melibatkan praktik politik uang dan kehadiran sosok pegawai
baru bernama Basuki (Dodit Mulyanto), yang jelas-jelas merupakan versi
parodi dari gubernur Jakarta, Basuki Cahaya Purnama yang anti korupsi
sampai usaha pencarian muhalil (laki-laki yang menikahi pihak perempuan, melakukan hubungan badan lalu menceraikannya)
Bukan Hanung namanya jika tidak
berdakwah dengan caranya sendiri yang dipenuhi oleh sentilan, hampir di
setiap film-filmnya termasuk yang komedi sekalipun diisi dengan
satir sosial dan tentu saja agama. Usaha untuk rujuk kembali memang
tidak pernah mudah di hukum Islam, dan jelas Hanung tahu benar soal ini,
tetapi meski terkesan ‘nakal’, Hanung tidak pernah merendahkan hukum talak tiga
sebaliknya ia lebih memfokuskan pada usaha manusia-manusianya yang
sering kali membandel dan tidak tahu aturan, menggampangkan dan
menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.
Jika satu jam pertama komedinya begitu
efektif memberi tawa yang nyaris tanpa henti, sisa durasinya seperti
sangat bertolak belakang. Entah apa yang terjadi, apa Ismail Basbeth
kemudian mengambil alih penuh kemudi Talak 3, membiarkan Hanung beristirahat sejenak setelah capai menghibur penontonnya di paruh pertama, karena Talak 3
kemudian berubah drastis menjadi melodrama yang super serius ketika
karakter Bimo mulai benar-benar masuk dan ‘duduk’ di antara Bagas dan
Risa. Bisa ditebak ada elemen cinta segi tiga yang sama rumitnya dengan
hukum talak tiga yang kemudian menyedot segala tawa,
menggantinya dengan romansa sentimentil “antara aku dan dia” serta
amarah, pertikaian dan tangisan.
Bukan berarti wajah baru Talak 3
ini lalu menjadi buruk, tidak sama sekali, malah dari titik ini saya
baru mengerti mengapa karakter Bimo yang awalnya tidak terlalu penting
untuk diperankan oleh seorang aktor sekaliber Reza Rahardian kemudian
menjadi faktor utama yang mengubah segalanya. Bukan berarti komedi
romantis tidak bisa serius, namun dalam term romcom dibutuhkan
sebuah proses transisi mulus bukan kasar seperti ini, atau yang kata
orang Jawa, “njomplang”, yang terjadi kemudian malah seperti dua film
yang sama sekali berbeda digabungkan menjadi satu dan hasilnya jadi
kurang memuaskan.
You may also like...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Recent Posts
Labels
10 peringkat teratas
(1)
7 Kejadian Langka dan Spektakuler di Seluruh Dunia
(42)
Biografi
(6)
Download Game
(3)
edit blog
(1)
komputer
(3)
Review
(23)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar