Minggu, 23 Oktober 2016
The Other Side of the Door (2016)
The Other Side of the Door (2016)

Mudah saja untuk langsung terpikat dengan premis yang ditawarkan horor Inggris garapan Johannes Roberts (F, Roadkill, Storage 24) ini hanya dengan sekali lirik. The Other Side of the Door
mengisahkan keluarga perantauan asal Amerika yang tinggal di Mumbai,
India yang harus kehilangan putra mereka, Oliver (Logan Creran), dalam
sebuah kecelakaan lalu lintas. Maria (Sarah Wayne Callies) sang ibu
adalah orang yang paling terpukul atas tragedi menyedihkan itu
sampai-sampai membuatnya depresi berat bahkan setelah berbulan-bulan
kemudian.
Melihat kondisi majikannya yang semakin
memprihatinkan itu, Piki (Suchitra Pillai-Malik) sang pembantu tergerak
untuk menolong dengan menyarankan untuk pergi ke sebuah kuil pemujaan
tua yang terletak di luar kota. Konon dengan melakukan ritual menabur
abu jenazah di tempat itu, manusia bisa berkomunikasi dengan yang mati
dari balik pintu tertutup, dalam kasus ini setidaknya Maria bisa
memberikan ucapan selamat tinggal yang layak buat Oliver namun dengan
satu syarat penting, Maria dilarang keras membuka pintu kuil, apapun
yang terjadi. Tetapi tentu saja bisa ditebak, Maria melanggar pantangan
itu dan ia harus menanggung konsekuensi besar akibat kelancangannya.
Meski menawarkan premis menarik tentang
usaha lancang mengusik dunia kematian, dalam hal ini ada cerita
tentang seorang ibu yang tidak pernah bisa merelakan anaknya meninggal,
bahkan konsepnya pun sedikit banyak mengingatkan pada horor klasik
adaptasi novel Stephen King; Pet Sementary hanya saja ada
pergeseran kultur dari Indan yang diwakili dengan tanah pemakaman
keramatnya digantikan dengan kuil pemujaan tua India. Praktis, secara
pergerakan plot sebenarnya tidak ada yang baru di The Other Side of the Door,
kita dengan mudah menebak kemudian karakter Maria akan dengan mudahnya
tergoda melanggar pantangan untuk membuka pintu, toh, bahasa-bahasa
horor memang sering kali mudah ditebak, jika ada yang mengatakan “jangan
dibuka”, “jangan masuk”, “jangan melihat” dan sebagainya , maka
karakternya akan melakukan persis kebalikannya. Terasa bodoh memang,
tetapi itu seperti menjadi kebodohan wajib’ di dunia horor dalam rangka
menggerakkan naskahnya lebih jauh.
Ya, apa yang terjadi kemudian setelah
Maria membuka pintu kuil keremat itu pun gampang
diprediksi. Kekuatan mistis dari alam baka kemudian menguntitnya pulang,
meneror dirinya, termasuk suaminya, Michael (Jeremy Sisto) dan putrinya
Lucy (Sofia Rosinsky). Roberts bersama penulis naskah Ernest Riera
menginjeksinya dengan banyak elemen haunted house klasik, dari
sekedar benda-benda yang bergerak sendiri sampai penampakan mengerikan
dari penunggu kuil dan hantu Oliver. Yang menjadi pertanyaan apakah film
ini menakutkan? Jika kamu bukan veteran horor atau mungkin
hanya berhati lemah, ya, The Other Side of the Door mampu
memberimu sedikit ancaman yang cukup sekedar menggedor jantungmu. Jika
mungkin akhirnya ia menjadi horor yang lembek pun setidaknya melihat
kembali penampilan Sarah Wayne Callies setelah serial Prison Break dan The Walking Dead sedikit banyak memberikan kesenangan tersendiri.
The Other Side of the Door memang
dipenuh stereotip horor rumah hantu, namun yang sedikit membuatnya
berbeda adalah ketika ia memasang budaya Hindu, India sebagai variasi
cerita, termasuk lokasi syuting yang sepenuhnya berada di India. Ada
ritual pembakaran mayat dan segala mitos-mitos tentang kematian dan
segala konsekuensinya, yang menjadi masalah adalah Roberts tidak
memaksimalkan potensinya itu dengan baik. Ia tidak pernah benar-benar
menggali potensi kultur dan tetek bengeknya dengan lebih dalam yang
seharusnya bisa menguatkan potensi The Other Side of the Door
menjadi horor yang lebih segar dan spesial, sehingga yang terjadi
kemudian, elemen-elemen khusus itu hanya sekedar menjadi tempelan
belaka yang dengan mudah digantikan oleh budaya dari mana saja.
sumber
You may also like...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Recent Posts
Labels
10 peringkat teratas
(1)
7 Kejadian Langka dan Spektakuler di Seluruh Dunia
(42)
Biografi
(6)
Download Game
(3)
edit blog
(1)
komputer
(3)
Review
(23)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar