Minggu, 23 Oktober 2016
Zootopia (2016)
Zootopia (2016)

Dari live action sampai
animasi, ah, sudah tak tahu berapa banyak Disney membuat film tentang
hewan-hewan lucu yang bisa berbicara dan bertingkah layaknya manusia.
Tidak semuanya sukses memang apalagi ketika dibuatkan versi animasi
3D-nya, misalnya saja The Wild yang rilis hampir berbarengan dengan Madagascar-nya
Dreamworks harus yang rela ditampar bolak-balik oleh kritikus maupun
penontonnya karena kualitasnya yang buruk, tetapi yang namanya Diseny
tentu saja tidak kapok, toh, mereka masih percaya diri
animasi dengan karakter hewan masih laku di pasaran, apalagi didukung
dengan premis menarik macam Zootpia ini.
Zoo dan Utopia, ya, Zootopia
memang tidak jauh-jauh dari konsep dunia utopia buat para hewan di mana
semua mamalia telah berevolusi, tidak hanya berjalan dengan kedua kaki,
berbicara dan berpikir layaknya manusia namun juga hidup berdampingan
dengan damai dari predator buas macam singa sampai tikus tanah. Jagoan
utama kita adalah Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) kelinci betina kecil
idealis dari desa Bunnyburrow yang bercita-cita menjadi polisi di kota
metropolis Zootopia. Judy memang pada akhirnya bisa menjadi kelici
pertama yang berseragam ZPD (Zootopia Police Department),
namun tetap saja status sebagai spesies pengerat selalu membuat
Judy diremehkan kesatuannya meski lulus dengan predikat tertinggi. Jadi
alih-alih terlibat dalam kasus besar, Judy malah ditugaskan kepala
polisi Bogo (Idris Elba) ke bagian lalu lintas sebagai juru tilang
parkir sampai pertemuannya dengan Nick Wilde (Jason Bateman) si rubah
penipu membuatnya terlibat dalam kasus raibnya 14 mamalia secara
misterius.
Zootopia punya semua elemen untuk membuatnya menjadi paket animasi keluarga ala Walt Disney Animation Studios yang menghibur, dari kualitas animasi penuh warna dan detil, cerita from hero to zero ringan penuh inspirasi sampai ratusan karakter hewan yang unyu
bin imut macam si kelinci Judy Hopps yang disuarakan sempurna oleh
aktris Ginnifer Goodwin sampai Mr. Big si tikus antartika bos
Tundratown. Sutradara Byron Howard, Rich Moore dan Jared Bush memang
memosisikan Zootopia sebagai animasi ringan buat para penonton muda, namun bukan berarti penonton yang lebih dewasa tidak dapat menikmatinya.
Naskah garapan Bush bersama Phil Johnston juga disuntikan dengan banyak unsur buddy comedy neo-noir dengan segala misteri dan penyelidikan kasus ala detektif serta twist yang menjadikan Zootopia lebih
menantang dari sekedar tontonan animasi anak-anak, terlebih lagi
Howard-Moore-Bush turut menyelipkan banyak humor-humor segar dengan
referensi dari budaya pop kontemporer termasuk di dalamnya seperti film The Godfather dengan segala sentuhan Marlon Brando-nya yang khas.
Masalahnya, meski punya konsep cukup menarik untuk ukuran animasi ringan, Zootopia
tidak punya pesona yang cukup kuat untuk membuatnya bertahan lama di
ingatan penontonnya, termasuk di dalamnya, chemistry para karakternya
yang tidak cukup kuat untuk sebuah buddy movie . Ya, ia jelas
tidak buruk, 108 menit durasinya mampu memberi tontonan keluarga yang
menghibur namun setelah kredit akhir bergulir kita dengan cepat
melupakannya, dan dalam beberapa waktu ke depan akan kesulitan untuk
mengingatnya kembali. Dan tentu saja seperti hampir semua animasi
Disney, Zootopia juga diisi dengan pesan-pesan besar. Bagi penonton kecil mungkin ia akan hanya berakhir sebagai sebuah animasi colorfull
ceria kisah petualangan dan persahabatan para mamalia lucu, namun lebih
dalam jauh dari pikiran polos para bocah, ada pesan tentang rasial
dan bahayanya ketika kita terlalu mudah menghakimi sebuah kelompok
tertentu.
You may also like...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Recent Posts
Labels
10 peringkat teratas
(1)
7 Kejadian Langka dan Spektakuler di Seluruh Dunia
(42)
Biografi
(6)
Download Game
(3)
edit blog
(1)
komputer
(3)
Review
(23)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar